Tugas kita Untuk Membahagiakannya

Tugas kita Untuk Membahagiakannya

Tiada satu anak pun di dunia ini, ingin terlahir dalam keadaan yatim? Atau jadi anak yatim piatu? Karena memang, gak ada yang tahu kapan kematian seorang ayah atau ibu terjadi. Semua urusan orang hidup, termasuk kematian itu urusan Allah. Sampai di sini, semua kita sangat tahu bahkan paham.

Seorang anak yang ditinggal mati ibu atau bapaknya. Secara material, boleh jadi ada di antara mereka yang kebutuhannya terpenuhi.

Namun, secara psikologis, sungguh tidak ada yang bisa menggantikan posisi kedua orang tuanya. Tidak ada lagi yang dengan tulus membelai rambutnya, memandikannya, memeluk dan mendekapnya, mendengar cerita dan keluhannya, memanjakan dirinya, mengemongnya, menghiburnya, me ngajaknya makan di luar, membawanya rekreasi, membelikannya baju Lebaran, mengantarnya sekolah, menyambutnya pulang dari sekolah dengan hangat.

Cukup penderitaannya sampai di tinggal mati ayahnya saja selanjutnya tugas kita untuk memperhatikannya membahagiakannya.

Indahnya berbagi
Nikmatnya memberi
Kebahagian mereka surga bagi kita

web: www.yamuti.org
fb:Yatim dhuafa yamuti
ig:Yatim_yamuti_pusat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.